Postingan

Berkah di Penghujung Tahun

Rezeki selalu datang dengan cara yang tak terduga. Di keadaan yang terombang ambing akibat ekonomi yang sedang kacau balau, dua garis merah di pagi hari pun muncul. Garis yang semakin membuat aku yakin kehadirannya nanti akan menjadi rezeki bagi keluarga kami. Sehat-sehat kita ya nak. Semoga keadaan kita semakin baik. Semoga Allah menitipkan rezeki yang luar biasa melalui kehadiranmu nanti di tengah keluarga kecil kita. Aamiin. Sampai ketemu Juli nanti ya :)

September Yang Tak Ceria

Hampir setahun aku meninggalkanmu di sana. Dengan harapan bahwa kamu akan jauh lebih matang. Juga lebih cepat menyelesaikan studimu. Tapi yang kulihat tak ada perubahan signifikan setelah aku pergi dan memantaumu dari kejauhan. Dan hari ini aku putuskan untuk bertanya hal yang lebih serius. Aku tak perduli jarak walau aku tahu kamu tidak suka membicarakan hal serius hanya melalui sambungan telepon. "Apa rencanamu untuk masa depan kita?" akhirnya pertanyaan ini kulontarkan setelah berbasa-basi panjang. Aku yang bertanya tetapi aku juga yang bolak balik menghela nafas. "Kita udah sepakat hanya akan menjalaninya aja seperti biasa" jawabmu di seberang sana. "Hanya seperti itu? Kamu nggak ingat umur kita udah berapa?" desakku Kamu menghela nafas panjang "Udah ya Ai, nggak usah dibahas. Kamu tahu sendiri kalau hal kayak gini kita bahas nggak ada habisnya?" Aku berpikir keras bagaimana caranya agar semua pe...

Box of Memories

Kemarin, seharian entah kenapa aku tiba-tiba memikirkanmu. Mencoba mengenang sesuatu yang jauh telah usang. Membiarkan slide-slide kenangan berhamburan di dalam kepala seharian. Bukan sedih yang kudapati. Tetapi percikan bahagia yang mengalirkan senyum ke sudut bibirku. Aku tak ingin menepis apapun. Kubiarkan saja, entah nantinya ini yang terakhir kalinya aku bisa mengenangmu lebih detail. Siapa tahu kan? Jalan cerita ini sulit untuk ditebak. Jadi hanya bisa bersiap saja. Sepagi kemarin, aku mengingat dulu kita sering menghabiskan waktu di toko buku Gramedia. Kamu berdiri di bagian komik dan aku di bagian novel. Kita sama-sama suka membaca, walau jenis bacaan yang berbeda tapi senang rasanya memiliki hobby yang sama. Kamu juga hobby mengutak-atik sepeda motor dan selalu mengajak serta meminta pendapatku tentang apapun yang ingin kamu rubah. Aku selalu senang menemanimu ke bengkel walau harus memakan waktu berjam-jam tapi entah kenapa ini menjadi hobby baruku juga. Kamu mengajari ...

Awal Untuknya

19.01 Aku baru dapat gossip! 19.21 Apa? 19.22 Bbm mu mana emangnya? 19.24 Di rumah, aku lagi di luar. Gossip apa sih ini? 19.29 Pacarmu tekdung ya, makanya kalian mau nikah tgl 26 ini? Jangan marah yaa, ini cuma nanya betul apa gak. 19.30 Apa tekdung? Kenapa kamu selalu dapat gossip tentang aku? Dari mana dapat gossipnya? 19.40 Hamill loooh!! Katanya hamil 5 bulan yaa? Ada yang bilang, gak perlulah sebut merk. 19.44 Kasih tau dulu siapa yang bilang, baru aku ceritain cerita sebenarnya. 19.49 Si mr xxx. Ayo laah cerita sama aku. 19.53 Iya Sebenarnya masih 4 bulan. Jujur aja sebenarnya aku gak mau cerita ini sama kamu, karena susah kali pun mau nyeritainnya. Tgl 23 ini martuppolnya trus tgl 23 bulan depan nikahnya. 20.00 Ya ampuuunn, kamu itu bodoh apa gimana siih? Dia orang kesehatan kan? Masa gak tau kb siih? Kalo bisa nikah baek-baek kenapa harus nunggu hamil dulu lah kalian ini. Tapi pas ketemu 17 an d...

Ketika kami saling berhadapan

Ketika kami berhadapan, tak butuh kalimat untuk menjelaskan rindu. Ketika kami berhadapan, tak butuh suara untuk berteriak tentang rasa. Ketika kami berhadapan, tak perlu tangan saling menggenggam. Ketika kami berhadapan, tak perlu peluk untuk saling menghangatkan. Ketika kami berhadapan, hanya butuh mata saling bertaut. Untuk tahu jika hati masih saling menggenggam. Untuk merasakan rindu, bahagia dan sedih yang selalu datang bersamaan. Untuk menikmati setiap detik kebersamaan. Cukup mata yang mengalirkan ke semua. Maka duniapun tiba-tiba berwarna seperti pelangi sehabis hujan.

Tentang Menikah *judulnya sedikit ekstrem*

Belakangan ini ada beberapa teman dekat dan tidak dekat (hahahaha) sedang memikirkan atau lebih tepatnya sedang merencanakan untuk menikah.  Buatku sendiri menikah itu pilihan yang harus benar-benar dipikirkan berulang-ulang kali sampai akhirnya kita merasa yakin beribu-ribu persen untuk menikah. Aku berkata seperti ini bukan karena pernikahanku tidak bahagia. Tapi setiap pernikahan pasti ada cobaan serta ujian yang di lima tahun pertama itu rasa bikin kita minta waktu bisa diputar kembali. Menikah adalah mempersatukan segala jenis perbedaan dan mengadaptasi segala jenis kebiasaan antara si istri dan suami. Menikah bukan lagi hanya sekedar tentang cinta dan sayang. Pernikahan itu sendiri lambat laun akan berubah hanya menjadi suatu kebiasaan, kewajiban dan ibadah. Cinta nomer kesekian. Makanya sebelum menikah kita harus benar-benar mencari tau, siapakah yang nantinya akan menikahi kita. Siapakah nantinya yang akan menjadi imam di rumah tangga kita? Ada beberapa hal k...

Sepertinya Salah Jalan

Tidak ada yang tidak ku syukuri di hidupku ini. Termasuk bertemu dan berjodoh denganmu. Aku bersyukur bertemu denganmu pada saat keadaanku limbung di antara perbedaan. Aku bersyukur bertemu denganmu karena telah menjauhkan aku dari jalan yang seharusnya tidak kulalui. Aku bersyukur di usiaku yang muda, aku sudah punya keluarga kecil denganmu. Aku bersyukur banyak hal tentangmu, tentang kita. Aku tahu jalan ini tidak selalu mulus, aku juga tahu akan ada kerikil kecil hingga besar yang akan menghalau kita ditengah perjalanan. Tapi aku tidak pernah mengira akan secepat ini kerikil itu akan melukai kakiku. Termasuk terlalu sakit melukai hatiku. Aku terlalu banyak berharap ketika kau mengulurkan tangan untuk menggenggamku utuh. Bukan tentang materi. Hanya tentang bahagia bersamamu. Hanya tentang betapa indahnya hari-hari yang ku lalui jika itu denganmu. Dengan orang yang tak pernah punya banyak aturan. Yang sedikit bicara tapi selalu tahu untuk mengekspresikan perasaannya padaku....