Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kepingan

September Yang Tak Ceria

Hampir setahun aku meninggalkanmu di sana. Dengan harapan bahwa kamu akan jauh lebih matang. Juga lebih cepat menyelesaikan studimu. Tapi yang kulihat tak ada perubahan signifikan setelah aku pergi dan memantaumu dari kejauhan. Dan hari ini aku putuskan untuk bertanya hal yang lebih serius. Aku tak perduli jarak walau aku tahu kamu tidak suka membicarakan hal serius hanya melalui sambungan telepon. "Apa rencanamu untuk masa depan kita?" akhirnya pertanyaan ini kulontarkan setelah berbasa-basi panjang. Aku yang bertanya tetapi aku juga yang bolak balik menghela nafas. "Kita udah sepakat hanya akan menjalaninya aja seperti biasa" jawabmu di seberang sana. "Hanya seperti itu? Kamu nggak ingat umur kita udah berapa?" desakku Kamu menghela nafas panjang "Udah ya Ai, nggak usah dibahas. Kamu tahu sendiri kalau hal kayak gini kita bahas nggak ada habisnya?" Aku berpikir keras bagaimana caranya agar semua pe...

kehilangan pria tertulus

Satu bulan terakhir ini aku masih disibukkan dengan jadwal kuliah yang padatnya minta ampun. Masuk jam 08.00 pagi dan pulang jam 17.00 sore. Ini sih udah kayak balik ke zaman sekolah kemaren. Walaupun disela-sela jam tersebut masih ada beberapa jam kosong. Itupun gak bisa dipakai untuk pulang, secara jarak rumah ke kampus sekitar 45 menit. Jadilah cuma nongkrong sana sini di sekitar kampus. Aku udah mulai punya teman cuma rada-rada gak cocok. Sepertinya mereka-mereka ini agak sedikit high class . Bukan gak bisa ngikutin gaya mereka tapi kembali lagi ke tujuan utama, kuliah dalam artian benar-benar kuliah gak pake campur neko-neko. Harus buat orang tua bangga dan gak punya rasa sesal udah ngeluarin uang banyak untuk menyekolahkan aku sejauh ini. Ceileee bahasanyaa hahaha..   Tapi pagi ini, niat kuliah yang baik dan benar itu sedikit menguap. Mataku terkantuk-kantuk di angkutan umum yang menuju ke kampus. Belum lagi suasana hati yang benar-benar gak menentu setelah pembic...

Sesuatu mulai menyerang..

Dan di sinilah aku, menunggu Gio keluar dari sebuah toko setelah tadi di rumah berjam-jam mematut diri di depan kaca dan beberapa kali mengganti pakain agar terlihat nyaman memakainya. Aku merasa bodoh sendiri, padahal yang mau ku temui ini cuma teman tapi entah kenapa aku merasa canggung dan gugup sehingga untuk memutuskan baju yang akan kupakai aja butuh dua jam. Mataku menunduk memandang flat shoes ku yang sedikit berdebu tapi tetap terlihat manis berada di kakiku. Pundakku tiba-tiba ditepuk "Eh..". Badanku refleks bergeser ke kiri dan hampir menabrak orang lain yang sedang berdiri juga di sebelahku. "Makanya jangan biasain ngelamun kalo lagi sendirian." kata Gio yang tiba-tiba muncul dengan cengirannya. Bibirku mengerucut "Gi jangan suka bikin kaget dong. Aku gak biasa datang ke sini sendirian, kalo tadi tiba-tiba aku nonjok kamu gimana?" Gio menarik tanganku sambil berkata "Gak mungkin tangan sekecil itu bisa nonjok orang." Lalu d...

Jangan Sampai Aku Terjebak

Begitu masuk kamar aku menghempaskan badan ke atas kasur. Omigod, ini badan rasanya kayak digilas truk kontainer. Pegalnya minta tukang pijat mampir ke rumah. Hehehe... Aku baru aja sampai di rumah bude pagi ini. Semalam aku gak bisa tidur di dalam travel. Supirnya udah kayak bawa roller coaster, gak ada rem dan taunya cuma nginjak gas aja. Hasilnya, badanku remuk dan mata ngantuk gak ketulungan. Saat mencoba memejamkan mata, ada suara yang keluar dari dalam tas punggungku, dengan malas aku menggeserkan badan ke tepi tempat tidur dan berusaha meraih tas yang tergeletak di lantai. Siapa yang pagi-pagi seperti ini udah bangun dan iseng mengirimiku pesan. Aku merogoh ke dalam tas lalu "tit..tit..tit.." Yaelaah batre low, belum juga di sentuh. Arrgghh.. Tadi malam aku memang lupa mengisi batrenya sebelum berangkat. Ku lihat banyak pesan yang masuk dari tadi malam, tapi lebih banyak yang gak penting. Ada nama Gio di urutan paling atas, setelah itu ada pesan dari Naufal d...

Luka Lama!

Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir matrikulasi di kampus. Tiga puluh hari yang tegang sekaligus membosankan. Ke kampus untuk pertama kalinya, bersosialisasi dengan orang-orang yang benar-benar gak kita kenali. Mencoba berbaur dengan mereka yang daerah asal dan sukunya beda-beda. Malam ini gak perlu tidur cepat karena besok pagi bisa bangun agak lamaan. Yiihaaaa... Ponselku bergetar, ada sebuah pesan yang langsung aku tahu siapa pengirimnya. "Ai, lagi apa? udah makan? kalo udah ntar sms ya, biar aku telpon". Jemariku dengan sigap menekan keypad untuk membalas pesannya "baru selesai mandi. iya ntar dikabarin". Send. Gio adalah lelaki yang belakangan ini terlalu sering berkomunikasi denganku. Tiga tahun bersekolah di tempat yang sama, gak pernah membuat aku akrab dengannya. Apalagi sewaktu kelas tiga kami di tempatkan satu kelas dan dia saat itu pacaran dengan salah satu temanku. Tapi entah kenapa setelah kami melanjutkan ke perguruan...

melupakanmu

Gambar
aku mulai melupakanmu, tidak mengingatmu entah sudah berlangsung berapa lama. tiba-tiba tersadar dan menoleh ke belakang mendapati tidak ada apa-apa di sana kecuali kotak masa lalu. hanya masa lalu bukan dirimu.   sekarang aku sedang tidak mengenangmu, karena tiba-tiba saja kenangan itu menguap bersama angin senja lalu tenggelam ditelan gelap. jangan salahkan aku untuk ini. salahkan keadaan yang berubah begitu cepat. salahkan juga dirimu yang sudah terlalu jauh membentang jarak di antara kita.   dan seperti inilah aku sekarang, sibuk dengan duniaku sendiri. sibuk mencoba untuk menulis dan berimajinasi kembali. lalu aku mulai kehilangan barisan huruf yang ingin ku ciptakan. imajinasi liarku tentangmu terhenti di tengah jalan. seperti bingung mencari arah. dan pada akhirnya hanya halaman kosong yang ku temukan setelah berjam-jam duduk di depan komputer.   aku kehilangan kenangan tentangmu, semuanya. hingga tak tersisa untuk ku tulis...

this is the beginning

Gambar
Ujian Akhir Nasional selesai!! segala perlengkapan ujian udah maen buang aja ke sungai, pake acara lupa kalo kaca alas kertas jawaban ujian itu nyulik kaca lemari hias si mama di rumah. tapi apalah daya udah pecah berkeping-keping hiksss... but gak bikin mood joget-joget gak jelas ngilang. rame-rame sama temen 1 SMU coretin semua baju ini kebiasaan yang udah usang banget dari nenek moyang tapi masih kepake sampe cicit turunan entah keberapa *harta warisan kali ya ini hari terakhir pake seragam putih-abu, terakhir bisa ngumpul sama temen-temen yang gilaknya udah stadium akhir hahaha... "spidol manaaaaah?" semua pada teriak. yang ditanya nyahut "ada, sabar la. aku duluan yang tanda tangan, ngantriii" riuh sana sini bikin kuping bising, aku cuma bisa pandangin ini muka manusia-manusia yang udah nemenin dari zaman TK sampe SMA. sedih. ntar kalo pada kuliah ketemu gak ya? masih komunikasi gak? bakal ada acara ngumpul lagi gak? mata pengen nangis aja, tapi mer...