Postingan

Sesuatu mulai menyerang..

Dan di sinilah aku, menunggu Gio keluar dari sebuah toko setelah tadi di rumah berjam-jam mematut diri di depan kaca dan beberapa kali mengganti pakain agar terlihat nyaman memakainya. Aku merasa bodoh sendiri, padahal yang mau ku temui ini cuma teman tapi entah kenapa aku merasa canggung dan gugup sehingga untuk memutuskan baju yang akan kupakai aja butuh dua jam. Mataku menunduk memandang flat shoes ku yang sedikit berdebu tapi tetap terlihat manis berada di kakiku. Pundakku tiba-tiba ditepuk "Eh..". Badanku refleks bergeser ke kiri dan hampir menabrak orang lain yang sedang berdiri juga di sebelahku. "Makanya jangan biasain ngelamun kalo lagi sendirian." kata Gio yang tiba-tiba muncul dengan cengirannya. Bibirku mengerucut "Gi jangan suka bikin kaget dong. Aku gak biasa datang ke sini sendirian, kalo tadi tiba-tiba aku nonjok kamu gimana?" Gio menarik tanganku sambil berkata "Gak mungkin tangan sekecil itu bisa nonjok orang." Lalu d...

Jangan Sampai Aku Terjebak

Begitu masuk kamar aku menghempaskan badan ke atas kasur. Omigod, ini badan rasanya kayak digilas truk kontainer. Pegalnya minta tukang pijat mampir ke rumah. Hehehe... Aku baru aja sampai di rumah bude pagi ini. Semalam aku gak bisa tidur di dalam travel. Supirnya udah kayak bawa roller coaster, gak ada rem dan taunya cuma nginjak gas aja. Hasilnya, badanku remuk dan mata ngantuk gak ketulungan. Saat mencoba memejamkan mata, ada suara yang keluar dari dalam tas punggungku, dengan malas aku menggeserkan badan ke tepi tempat tidur dan berusaha meraih tas yang tergeletak di lantai. Siapa yang pagi-pagi seperti ini udah bangun dan iseng mengirimiku pesan. Aku merogoh ke dalam tas lalu "tit..tit..tit.." Yaelaah batre low, belum juga di sentuh. Arrgghh.. Tadi malam aku memang lupa mengisi batrenya sebelum berangkat. Ku lihat banyak pesan yang masuk dari tadi malam, tapi lebih banyak yang gak penting. Ada nama Gio di urutan paling atas, setelah itu ada pesan dari Naufal d...

Luka Lama!

Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir matrikulasi di kampus. Tiga puluh hari yang tegang sekaligus membosankan. Ke kampus untuk pertama kalinya, bersosialisasi dengan orang-orang yang benar-benar gak kita kenali. Mencoba berbaur dengan mereka yang daerah asal dan sukunya beda-beda. Malam ini gak perlu tidur cepat karena besok pagi bisa bangun agak lamaan. Yiihaaaa... Ponselku bergetar, ada sebuah pesan yang langsung aku tahu siapa pengirimnya. "Ai, lagi apa? udah makan? kalo udah ntar sms ya, biar aku telpon". Jemariku dengan sigap menekan keypad untuk membalas pesannya "baru selesai mandi. iya ntar dikabarin". Send. Gio adalah lelaki yang belakangan ini terlalu sering berkomunikasi denganku. Tiga tahun bersekolah di tempat yang sama, gak pernah membuat aku akrab dengannya. Apalagi sewaktu kelas tiga kami di tempatkan satu kelas dan dia saat itu pacaran dengan salah satu temanku. Tapi entah kenapa setelah kami melanjutkan ke perguruan...

melupakanmu

Gambar
aku mulai melupakanmu, tidak mengingatmu entah sudah berlangsung berapa lama. tiba-tiba tersadar dan menoleh ke belakang mendapati tidak ada apa-apa di sana kecuali kotak masa lalu. hanya masa lalu bukan dirimu.   sekarang aku sedang tidak mengenangmu, karena tiba-tiba saja kenangan itu menguap bersama angin senja lalu tenggelam ditelan gelap. jangan salahkan aku untuk ini. salahkan keadaan yang berubah begitu cepat. salahkan juga dirimu yang sudah terlalu jauh membentang jarak di antara kita.   dan seperti inilah aku sekarang, sibuk dengan duniaku sendiri. sibuk mencoba untuk menulis dan berimajinasi kembali. lalu aku mulai kehilangan barisan huruf yang ingin ku ciptakan. imajinasi liarku tentangmu terhenti di tengah jalan. seperti bingung mencari arah. dan pada akhirnya hanya halaman kosong yang ku temukan setelah berjam-jam duduk di depan komputer.   aku kehilangan kenangan tentangmu, semuanya. hingga tak tersisa untuk ku tulis...

berubah

Gambar
aku pernah menjadi segalamu, menjadi seluruh hidupmu. aku yang menemanimu tertawa saat bahagia menghampirimu. tanganku yang selalu menghapus tetesan air mata ketika sedih merayapi hatimu. yang selalu menyediakan bahu untuk kamu sandari ketika terlalu lemah. aku yang selalu ada untukmu. dulu dan sekarang.   dan kamu di mana saat aku butuh kamu?!!     pict from here 

Rindu

Gambar
Siapa sangka hari ini aku akan duduk lagi bersebelahan denganmu? Kamu pun mungkin tidak akan menyangka. Kita sudah pernah menyerah pada keadaan. Keadaan di mana hanya bisa melepas rindu dari jarak jauh. Saling menatap tanpa kalimat dan saling menyentuh. Sekian lama kita menyerah, entah kenapa ada titik terang seperti ini. Dan aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan. Dengan detak jantung yang tidak karuan, aku berusaha menyembunyikan ekspresi gugup saat wajahmu hanya berjarak sekian centimeter dari wajahku. Berusaha bicara tetap pada topik tapi detak jantungku lebih dulu terdengar dari pada kalimat yang akan meluncur dari bibirku. Hmm…ntah rasa apa ini namanya. Aku senang mengamati wajahmu sedekat ini. Rambutmu yang   aneh tapi aku tetap suka. Aku berhenti di kening, kening yang selalu kukecup saat kamu tertidur. Mata sipitmu, tempat di mana aku selalu menemukan diriku sendiri. Hidungmu, betapa aku rindu untuk mengecupnya dan menunggu ekspresi marahmu karena tidak p...

Sekali Lagi

Gambar
Kalau saja aku masih punya Kesempatan yang sama Atau semua yang pernah terjadi Bisa terulang lagi Tapi ternyata kesempatan yang ada Hanya sekali Sampai kini masih ku tunggu Datangnya keajaiban Yang mungkin saja bisa memberiku Waktu satu kali lagi S eandainya masih bisa kudapatkan Sekali lagi, satu kali lagi Masih tertunda dan belum semua ku katakan Biar ku tunggu sampai kau kembali lagi di sini Harus kau dengar semua yang harus kau dengarkan Isi hatiku yang belum ku sampaikan Ternyata tak semudah itu keinginan bisa terjadi Tapi ku berharap semoga masih ada kesempatan Sekali lagi Masih tertunda dan belum semua ku katakan Biar ku tunggu sampai kau kembali lagi di sini Harus kau dengar semua yang harus kau dengarkan Isi hatiku yang belum ku sampaikan   Sekali Lagi - Ipang petikan gitarnya terus menemani percakapan di antara kami. aku masih saja berusaha untuk tidak menyimak lagu apa yang sedang dia nyanyikan. tapi tetap saja tidak bisa....