Jangan bawa lagi kata “seandainya” atau “kalau”. Itu hanya seperti meneteskan campuran garam dan perasan asam ke sebuah luka. Yang menyisakan perih luar biasa karena beribu kata “seandainya” tak mengubah keadaan sedikitpun. Bisakah kita hanya diam dan saling menggenggam? Bisakah kita hanya saling memandang lalu berpelukan? picture from here
"Ma, Edmund mau es krim!" Aku dan papanya pun hanya mampu saling menatap. Karena merogoh kantong pun pasti akan sia-sia. Jangan uang kertas, recehan pun gak punya. Ini adalah realita yang kami alami di sepanjang pernikahan kami yang memasuki tahun ke empat. Dan memang di akhir tahun ketiga pun ini sudah dimulai tetapi gak sampai sebegini parahnya. Semuanya disebabkan beberapa hal yang dari awal gak di antisipasi. Kami memang gak pernah merencanakan atau mengatur tentang keuangan. Karena dari awal pernikahan kami berdua sama-sama termasuk mapan dalam hal keuangan. Aku sendiri gak pernah mewajibkan suami untuk memberi jatah perbulan, karena gajiku pun cukup dan berlebih untuk biaya rumah tangga selama satu bulan *SOMBONG hahahaha Tapi demikian kenyataannya. Si suami berkewajiban untuk bayar tagihan, misal kredit motor, tv berlangganan, dan sebagainya. Kami gak pernah menyiapkan dana emergency, karena asuransi pun sudah disediakan oleh perusahaan yang plafonnya ...
sudah ada kata “Dia” lagi di antara kita. percakapan kali ini ku rekam semampunya. sulit tapi harus. terasa nyeri waktu sms mu masuk. “gak tau mulai dari mana ceritanya, itu dikenalin mama. dari kemaren-kemaren pengen cerita tapi bingung gimana caranya cerita. dan akhirnya kau jadi tau sendiri” “gak ada yang perlu diceritain, udah bisa liat sendiri. aku baik-baik aja aku cuma kaget seperti biasa.” “eh yang ini lebih baik loh dari 2 sebelumnya. sama kan? gak ada yang beda lagi?” mata kabur keypad hp pun gak kelihatan lagi. tapi masi maksa kirim icon smile. “iya sih dia ini perempuan baik-baik. Tapi ntah kenapa gak ada perasaanku ke dia” “isss..mana boleh gitu” “gitu gimana?” “udah ngrasa dicuri pun hatinya” “ya gak ngerti, gak ngrasain apa-apa soalnya. kayaknya aku ini udah gak bisa ngrasain cinta” “lagian juga jarang koq ketemu dia. tapi dia setia kali itu nunggu di datengin” “baguslah, berarti dia sayang ke kau. dari pada ga?...
Komentar
Posting Komentar