Postingan

"apa kamu baik-baik saja?"

lalu mengalirlah semua cerita tentang ketidakbaikan kabarku selama ini. cerita baru berjalan 10 menit, aku sudah menangis sesenggukan.   ya...hanya berkeluh kesah dengannya yang mampu membuat aku menjatuhkan air mata. padahal masalah sudah jauh-jauh hari menghantamku. aku tegar di hadapan siapapun, tapi tidak di hadapannya. aku selalu lemah di hadapan lelaki ini.   lelaki yang namanya sudah kuhapus bertahun-tahun lalu. yang perasaannya sudah kubunuh dengan samurai tertajam. yang cintanya telah kuracun agar tak tumbuh lagi.   lelaki yang telah kukhianati tapi masih menyimpan seluruh hatinya untukku.   tetapi lelaki ini selalu tau kapan aku sedang tertimpa bencana. selalu tau jika aku sedang melakukan kebodohan-kebodohan di hidupku. selalu tau kapan aku membutuhkannya.   dialah lelaki yang masih menjadi penguasa ruang itu 8 tahun terakhir ini.

Gagal Move On

Gambar
handphoneku berdering. aku melirik nomer tanpa nama sedang berkedip-kedip di layar. meski sengaja tak memberi nama, otakpun dengan sengaja menghapal mati nomer tersebut. aku menghelas nafas. kubiarkan saja sampai deringan ketiga kalinya. dan aku memutuskan untuk menjawab.   A : halo, kenapa? D : apa kabar? aku mimpi kamu lagi malam ini. kamu baik-baik saja kan?   see, alarm itu datang semaunya. tanpa ragu membuyarkan segalanya. tanpa ampun membongkar kotak usang yang sudah ditata apik di tempat seharusnya. tanpa mau tau, ia kembali menelanjangi pikiran dan hati memberi tahu bahwa saat ini belum waktu yang tepat untuk saling melepaskan.    

Januari, 2015

Gambar
Semuanya telah pudar. Semua tentangmu. Tanpa terkecuali. Juga semua yang kusimpan untukmu hampir tak tersisa. Terlepas dari genggaman yang sudah kubuka jauh-jauh hari. Ternyata seperti ini rasanya melepaskan tanpa paksaan. Lega, bebas dan bahagia tak terkira.   

pesan itu

Gambar
perempuanmu mengirimkan sebuah pesan untukku. aku sempat terhenyak membacanya dan ingin marah. tentu saja. isi pesannya seolah-olah hanya aku yang mengusikmu, sebaliknya kau tidak. ingin sekali aku berteriak di depan wajahnya "lelakimu yang selalu lebih dulu mengusikku lalu menggenggam jemariku sambil berbisik tidak ada yang salah jika kita seperti ini seumur hidup " perempuanmu tak pernah tau seperti apa usahaku untuk melepaskanmu dari duniaku. perempuanmu tak pernah tau, sekeras apapun kau dan aku saling melepaskan tak pernah membuahkan hasil. alarm akan selalu berbunyi untuk mengingatkan kita satu sama lain. perempuanmu tak pernah tau kalau aku yang selalu mengajakmu berhenti di pertigaan, lalu menyuruhmu berjalan bersama tapi ke arah yang berlainan. kau menurut sebentar. tapi setelahnya kau akan berlari menarik tanganku untuk kembali berdiri di pertigaan sebelumnya. akukah yang salah? hanya akukah yang mengusikmu? perempuanmu tak pernah tau, kalau kau b...

alarm! LAGI!

alarm itu kembali lagi. sudah pasti mimpi itu mengganggu lagi. sudah tak terhitung berapa kali mimpi itu hadir kembali menghiasi tidur nyenyakku di dua puluh hari terakhir. padahal otak dan badanku begitu lelah luar biasa untuk membayangkan atau memikirkan sesuatu. dan kuputuskan untuk mengabaikan alarm itu lagi. dan semoga kali ini lebih berhasil.

penghujung 2014

hari ini pertama masuk kerja setelah libur panjang karena sakit dan cuti yang bersamaan. banyak yang aneh dan yang ganjil di mata. mulai dari tatapan asing beberapa teman dan gak ditegur sama teman satu departemen. rasanya pasti gak enak tapi apa boleh buat sudah beberapa bulan terakhir ini merasakan hal yang sama. kalo hanya mereka saja yang gak negur sih masih biasa saja, tapi ini ada seorang sahabat (buatku yaa) yang jauh berubah bersikap ke aku. sebabnya apa yaa jangan tanya aku, aku sendiripun suka bingung. gak ada angin gak ada hujan, sikap dan mood suka berubah-ubah.  tapi ya sudahlah mari kita tinggalkan soal mereka. waktu bergulir sangat cepat, gak terasa sudah ketemu akhir bulan dipenghujung tahun. sejenak melihat ke belakang, apa saja yang sudah terjadi dan terwujud. hanya bisa menghembuskan nafas, hati terlalu lelah mengingat hal-hal di tahun ini. aku tipe manusia yang jarang menyesali sesuatu, tapi kalo sudah menyesal lama berkutatnya. dan tahun ini aku h...

di tanggal ini, hari ini, 8 tahun yang lalu

Ternyata masih saja belum terbiasa untuk melupakannya. Melupakan hari ini, tanggal ini. Sehari ini sudah lupa, tapi beberapa jam lalu ketika mata tak sengaja melihat tanggal di layar handphone. Sudah 8 tahun berlalu. Tapi aku merasa tak pernah beranjak dari sana. Masih berjalan di tempat yang sama. Dan berapa tahun terakhir ini hanya ada aku dan kenangan, dia sudah lebih dulu beranjak. Akupun tak pernah berniat untuk menahannya. Biar saja dia pergi. Biar saja dia menemukan jalannya sendiri. Seperti aku yang sejak lama memilih jalanku sendiri.