Postingan

bahagia untuk diri sendiri itu seperti apa?

Gambar
  pict from here 

aku pernah di sana

aku pernah dalam rengkuhan itu pernah berdiam lama dalam pelukan hangat itu   tanganku juga pernah dalam genggaman itu keningku juga pernah dikecup oleh bibir yang juga mengecupmu   aku pernah ada di sana. di tempatmu berada saat ini.   aku pernah ada di sana. dulu pernah dan sekarang tidak lagi.   aku pernah memilikinya. dan sekarang kau yang memilikinya. genggam erat jangan sampai lepas.

sesederhana itu saja

aku mencintaimu. jangan tanya kenapa. karena apa atau atas dasar apa. sejak dan sampai kapan. jangan tanya apa saja yang membuat aku jatuh, padamu.   aku mencintaimu. tanpa syarat. tanpa sebab. tanpa alasan.   aku mencintaimu. cukup itu. sesederhana itu saja.   lalu, seperti apa cintamu untukku?

"apa kamu baik-baik saja?"

lalu mengalirlah semua cerita tentang ketidakbaikan kabarku selama ini. cerita baru berjalan 10 menit, aku sudah menangis sesenggukan.   ya...hanya berkeluh kesah dengannya yang mampu membuat aku menjatuhkan air mata. padahal masalah sudah jauh-jauh hari menghantamku. aku tegar di hadapan siapapun, tapi tidak di hadapannya. aku selalu lemah di hadapan lelaki ini.   lelaki yang namanya sudah kuhapus bertahun-tahun lalu. yang perasaannya sudah kubunuh dengan samurai tertajam. yang cintanya telah kuracun agar tak tumbuh lagi.   lelaki yang telah kukhianati tapi masih menyimpan seluruh hatinya untukku.   tetapi lelaki ini selalu tau kapan aku sedang tertimpa bencana. selalu tau jika aku sedang melakukan kebodohan-kebodohan di hidupku. selalu tau kapan aku membutuhkannya.   dialah lelaki yang masih menjadi penguasa ruang itu 8 tahun terakhir ini.

Gagal Move On

Gambar
handphoneku berdering. aku melirik nomer tanpa nama sedang berkedip-kedip di layar. meski sengaja tak memberi nama, otakpun dengan sengaja menghapal mati nomer tersebut. aku menghelas nafas. kubiarkan saja sampai deringan ketiga kalinya. dan aku memutuskan untuk menjawab.   A : halo, kenapa? D : apa kabar? aku mimpi kamu lagi malam ini. kamu baik-baik saja kan?   see, alarm itu datang semaunya. tanpa ragu membuyarkan segalanya. tanpa ampun membongkar kotak usang yang sudah ditata apik di tempat seharusnya. tanpa mau tau, ia kembali menelanjangi pikiran dan hati memberi tahu bahwa saat ini belum waktu yang tepat untuk saling melepaskan.    

Januari, 2015

Gambar
Semuanya telah pudar. Semua tentangmu. Tanpa terkecuali. Juga semua yang kusimpan untukmu hampir tak tersisa. Terlepas dari genggaman yang sudah kubuka jauh-jauh hari. Ternyata seperti ini rasanya melepaskan tanpa paksaan. Lega, bebas dan bahagia tak terkira.   

pesan itu

Gambar
perempuanmu mengirimkan sebuah pesan untukku. aku sempat terhenyak membacanya dan ingin marah. tentu saja. isi pesannya seolah-olah hanya aku yang mengusikmu, sebaliknya kau tidak. ingin sekali aku berteriak di depan wajahnya "lelakimu yang selalu lebih dulu mengusikku lalu menggenggam jemariku sambil berbisik tidak ada yang salah jika kita seperti ini seumur hidup " perempuanmu tak pernah tau seperti apa usahaku untuk melepaskanmu dari duniaku. perempuanmu tak pernah tau, sekeras apapun kau dan aku saling melepaskan tak pernah membuahkan hasil. alarm akan selalu berbunyi untuk mengingatkan kita satu sama lain. perempuanmu tak pernah tau kalau aku yang selalu mengajakmu berhenti di pertigaan, lalu menyuruhmu berjalan bersama tapi ke arah yang berlainan. kau menurut sebentar. tapi setelahnya kau akan berlari menarik tanganku untuk kembali berdiri di pertigaan sebelumnya. akukah yang salah? hanya akukah yang mengusikmu? perempuanmu tak pernah tau, kalau kau b...